Ditulis oleh : Mr. Marsigit
Kesimpulan
Oleh : Reni Setianingrum(10305141006)
Penggunaan video tape recorder (VTR) adalah salah satu aspek pengembangan ICT untuk menunjang pengembangan guru profesional. Melalui kegiatan Pelajaran Studi, beberapa guru bahasa memiliki pengalaman untuk mencerminkan ajaran mereka melalui VTR. Guru mata pelajaran lainnya dapat mempraktikan cara mengajar matematika yang baik dalam konteks yang berbeda melalui VTR, karena hal ini terbukti jelas mendorong dan memotivasi guru untuk meningkatkan kompetensi mengajar mereka.
VTR (Video Tape Recorder) untuk guru di Matematika Pendidikan, khususnya untuk mengembangkan studi pelajaran memiliki beberapa manfaat sebagai:
a) ringkasan pendek dari pelajaran dengan penekanan pada masalah utama dalam pelajaran, b) komponen pelajaran terutama peristiwa di kelas, dan,
c) kemungkinan masalah untuk diskusi dan refleksi dengan guru untuk mengamati pelajaran (Isoda, M., 2006).
Pembelajaran dibagi menjadi tiga bagian:
a) perencanaan pelajaran,
b) bagian observasi, dan,
c) bagian diskusi dan refleksi.
Strategi Pelaksanaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) ke dalam Pendidikan Matematika dapat dikembangkan dalam upaya ekstensif dalam mempromosikan pengembangan guru profesional. Strategi untuk memberikan visi yang luas pada penggunaan TIK dan pengenalan sistematis ke daerah pendidikan yang berbeda dapat mempertimbangkan bidang-bidang berikut pendidikan:
(1) hubungan antara masyarakat dan pendidikan; (2) kehidupan di sekolah;
(3) isi dan metode pendidikan;
(4) Ketentuan untuk peralatan komputer dan alat bantu pembelajaran,
(5) peran guru dan kualifikasi;
(6) hubungan antara ilmu pengetahuan dan pendidikan;
(7) pengelolaan dan pendanaan ICT implementasi. Pelatihan guru dalam hal ICT merupakan salah satu bagian yang paling penting. (Informacijos 2000 di
Dagiene, V., 2003).
Rabu, 14 Desember 2011
Rabu, 07 Desember 2011
"Pembelajaran Matematika Berbantuan Kalkulator"
Written by:
Dr. Marsigit, M.A
Concluding remark
By: Reni Setianingrum(10305141006)
Calculator is important in developed countries to learning mathematics. Calculator usualy use in elementary school, junior high school, senior high school, and public.
from the research we know that purpose use caculate are
1. The graping caculate is useful to match and determine the garaph
2. The graping caculate is useful to match and find of the answer the set of completion
3. The graping calculate give people experience about the graph
4. we can finish the problem of equation and inequalities mathematics
5. Calculate can accelerate calculation
6. The student don't use the graping calculate
7. Because garping calculate, mathematics is very easy and fun
8. But if we always use calculate, we can be lazy
Dr. Marsigit, M.A
Concluding remark
By: Reni Setianingrum(10305141006)
Calculator is important in developed countries to learning mathematics. Calculator usualy use in elementary school, junior high school, senior high school, and public.
from the research we know that purpose use caculate are
1. The graping caculate is useful to match and determine the garaph
2. The graping caculate is useful to match and find of the answer the set of completion
3. The graping calculate give people experience about the graph
4. we can finish the problem of equation and inequalities mathematics
5. Calculate can accelerate calculation
6. The student don't use the graping calculate
7. Because garping calculate, mathematics is very easy and fun
8. But if we always use calculate, we can be lazy
Kamis, 24 November 2011
"KTSP DAN IMPLEMENTASINYA"
Written by:
Dr. Marsigit, M.A
Concluding remark
By: Reni Setianingrum/1030141006
KTSP is ciricullum in education level. KTSP arranged and implemented by education's institution. KTSP developed suit committee in the school and department of education in the district.
That is the contents and standard competation of garduation and then the manner of make a curiculum:
1. KTSP concentrateon in requirement, potential, and benefit from student and environment.
2. KTSP is various, and integrated
3. KTSP is same with how student need
4. KTSP must comprehensive
5. Study for long time
6. KTSP must balanced between the benefit to district and the benefit to national.
The contents in KTSP can be developing from subject of the lesson, includes
1. Group of religion lesson
2. Group of nationality lesson
3. Group of knowledge and technology lesson
4. Group of sport lesson
Dr. Marsigit, M.A
Concluding remark
By: Reni Setianingrum/1030141006
KTSP is ciricullum in education level. KTSP arranged and implemented by education's institution. KTSP developed suit committee in the school and department of education in the district.
That is the contents and standard competation of garduation and then the manner of make a curiculum:
1. KTSP concentrateon in requirement, potential, and benefit from student and environment.
2. KTSP is various, and integrated
3. KTSP is same with how student need
4. KTSP must comprehensive
5. Study for long time
6. KTSP must balanced between the benefit to district and the benefit to national.
The contents in KTSP can be developing from subject of the lesson, includes
1. Group of religion lesson
2. Group of nationality lesson
3. Group of knowledge and technology lesson
4. Group of sport lesson
Rabu, 23 November 2011
"LESSON STUDY ON MATHEMATICAL THINGKING"
Written by: Dr. Marsigit, M.A., Dr. Hartono, Sahid MSC, & Aryadi Wijaya MSC
Concluding remark
By: Reni Setianingrum/10305141006
Krygowska (1980) dalam Bonomo MFC menunjukkan bahwa matematika harus diterapkan pada situasi alami, di mana masalah nyata yang muncul, dan untuk menyelesaikannya, maka perlu menggunakan metode matematika. Pengetahuan, keterampilan, dan metode matematika merupakan dasar untuk mencapai pengetahuan tentang ilmu pengetahuan, informasi, dan bidang pelajaran lain di mana konsep-konsep matematika adalah pusat, dan maka dari itu perlunya menerapkan matematika dalam situasi kehidupan nyata. Studi ini menemukan bahwa guru memiliki peran penting untuk mendorong siswa mereka untuk mengembangkan metode matematika. Para siswa melakukan metode matematika ketika mereka menemukan kesulitan atau ketika mereka diminta oleh guru. Pada contoh yang sudah diberikan bahwa sebagian besar siswa tercermin bahwa mereka menaruh perhatian pada sempurna Model Beton bentuk geometris. Namun, pertimbangan mereka pada bentuk sempurna dari model tidak menunjukkan bahwa mereka menganggap metode matematika adalah metode satu satu nya untuk memecahkan masalah.
Untuk membuat siswa berfikir secara indusif dan terlibat pemecahan Masalah dan Pemahaman dalam matematika sangatlah susah. Mereka cenderung untuk menegaskan kembali konsep-konsep yang sudah diberikan guru dengan cara mereka. Berpikir induktif mulai tertanam pada siswa jika mereka diberikan permasalahan matematika.
Sementara itu, David Jangkung (2006) menyatakan bahwa keberhasilan dalam pemikiran matematika tergantung pada pertemuan langsung guru dan murid sebelumnya, dengan kompresi untuk konsep yang terpikirkan, dan pembangunan tingkat kecanggihan yang berurutan baik kuat dan sederhana. Dalam penelitian ini, salah satu aspek yaitu penyederhanaan metode matematika terjadi ketika siswa dirasakan bahwa konsep yang dia dapat adalah konsep yang tepat. Mereka juga melakukan penyederhanaan ketika mereka berhenti untuk mencari rumus untuk memecahkan masalah. Mereka kebanyakan menyederhanakan konsep ketika mereka telah mendapat beberapa pertanyaan dari guru, atau, ketika mereka bekerja dalam kelompok.
Concluding remark
By: Reni Setianingrum/10305141006
Krygowska (1980) dalam Bonomo MFC menunjukkan bahwa matematika harus diterapkan pada situasi alami, di mana masalah nyata yang muncul, dan untuk menyelesaikannya, maka perlu menggunakan metode matematika. Pengetahuan, keterampilan, dan metode matematika merupakan dasar untuk mencapai pengetahuan tentang ilmu pengetahuan, informasi, dan bidang pelajaran lain di mana konsep-konsep matematika adalah pusat, dan maka dari itu perlunya menerapkan matematika dalam situasi kehidupan nyata. Studi ini menemukan bahwa guru memiliki peran penting untuk mendorong siswa mereka untuk mengembangkan metode matematika. Para siswa melakukan metode matematika ketika mereka menemukan kesulitan atau ketika mereka diminta oleh guru. Pada contoh yang sudah diberikan bahwa sebagian besar siswa tercermin bahwa mereka menaruh perhatian pada sempurna Model Beton bentuk geometris. Namun, pertimbangan mereka pada bentuk sempurna dari model tidak menunjukkan bahwa mereka menganggap metode matematika adalah metode satu satu nya untuk memecahkan masalah.
Untuk membuat siswa berfikir secara indusif dan terlibat pemecahan Masalah dan Pemahaman dalam matematika sangatlah susah. Mereka cenderung untuk menegaskan kembali konsep-konsep yang sudah diberikan guru dengan cara mereka. Berpikir induktif mulai tertanam pada siswa jika mereka diberikan permasalahan matematika.
Sementara itu, David Jangkung (2006) menyatakan bahwa keberhasilan dalam pemikiran matematika tergantung pada pertemuan langsung guru dan murid sebelumnya, dengan kompresi untuk konsep yang terpikirkan, dan pembangunan tingkat kecanggihan yang berurutan baik kuat dan sederhana. Dalam penelitian ini, salah satu aspek yaitu penyederhanaan metode matematika terjadi ketika siswa dirasakan bahwa konsep yang dia dapat adalah konsep yang tepat. Mereka juga melakukan penyederhanaan ketika mereka berhenti untuk mencari rumus untuk memecahkan masalah. Mereka kebanyakan menyederhanakan konsep ketika mereka telah mendapat beberapa pertanyaan dari guru, atau, ketika mereka bekerja dalam kelompok.
Selasa, 22 November 2011
"Developing Mathematics Education In Indonesia"
Ditulis oleh Pak Marsigit
Kesimpulan
Karya: Reni Setianingrum/10305141006
Tujuan dari sistem pendidikan meliputi:
(a) meningkatkan pengabdian penuh kepada Allah SWT;
(b) mengembangkan
kecerdasan dan keterampilan individu;
(c) mendorong sikap positif kemandirian dan pengembangan,
(d) memastikan bahwa semua pelajar mengerti.
Di bidang kurikulum, ditemukan bahwa:
(a) banyak guru masih memiliki kesulitan dalam menganalisis isi pedoman untuk program pengajaran (GBPP),
(b) sejumlah mata pembelajaran Matematika dan Sains sering dianggap sulit bagi guru untuk mengajar;
(c) sejumlah besar anak-anak beranggapan bahwa mata pelajaran Matematika dan Sains sebagai mata pelajaran yang sulit dipahami,
(d) guru menganggap bahwa urutan beberapa mata pelajaran perlu diatur kembali,
(e) guru sains menganggap bahwa aspek-aspek matematika dalam ilmu perlu disederhanakan;
(f) guru menganggap bahwa mereka perlu pedoman untuk melakukan proses mengajar menggunakan ilmu pendekatan keterampilan proses.
Dan untuk meningkatkan pendidikan di Indonesia dibutuhkan kerjasama dengan negara lain atau lembaga.
Kerjasama antara lembaga pendidikan seperti mencari model alternatif dalam referensi
pengalaman pendidikan dari beberapa negara lain mungkin mendapatkan beberapa manfaat kesempatan untuk:
(a) mendiskusikan
dan meningkatkan pelaksanaan kurikulum meliputi pengembangan buku teks, bahan ajar,metodologi pengajaran, dan penilaian,
(b) memperkaya pengalaman matematika dan ilmu pengetahua
(c) meningkatkan kualitas pengajaran belajar dan mengembangkan laboratorium,
(d) memecahkan masalah matematika
dan ilmu pengetahuan dalam belajar mengajar di sekolah,
(e) merekomendasikan cara-cara untuk meningkatkan matematika
dan pendidikan ilmu pengetahuan, dan
(f) memenuhi harapan masyarakat dari apa yang disebut praktik yang baik dari
matematika dan pendidikan sains.
Kesimpulan
Karya: Reni Setianingrum/10305141006
Tujuan dari sistem pendidikan meliputi:
(a) meningkatkan pengabdian penuh kepada Allah SWT;
(b) mengembangkan
kecerdasan dan keterampilan individu;
(c) mendorong sikap positif kemandirian dan pengembangan,
(d) memastikan bahwa semua pelajar mengerti.
Di bidang kurikulum, ditemukan bahwa:
(a) banyak guru masih memiliki kesulitan dalam menganalisis isi pedoman untuk program pengajaran (GBPP),
(b) sejumlah mata pembelajaran Matematika dan Sains sering dianggap sulit bagi guru untuk mengajar;
(c) sejumlah besar anak-anak beranggapan bahwa mata pelajaran Matematika dan Sains sebagai mata pelajaran yang sulit dipahami,
(d) guru menganggap bahwa urutan beberapa mata pelajaran perlu diatur kembali,
(e) guru sains menganggap bahwa aspek-aspek matematika dalam ilmu perlu disederhanakan;
(f) guru menganggap bahwa mereka perlu pedoman untuk melakukan proses mengajar menggunakan ilmu pendekatan keterampilan proses.
Dan untuk meningkatkan pendidikan di Indonesia dibutuhkan kerjasama dengan negara lain atau lembaga.
Kerjasama antara lembaga pendidikan seperti mencari model alternatif dalam referensi
pengalaman pendidikan dari beberapa negara lain mungkin mendapatkan beberapa manfaat kesempatan untuk:
(a) mendiskusikan
dan meningkatkan pelaksanaan kurikulum meliputi pengembangan buku teks, bahan ajar,metodologi pengajaran, dan penilaian,
(b) memperkaya pengalaman matematika dan ilmu pengetahua
(c) meningkatkan kualitas pengajaran belajar dan mengembangkan laboratorium,
(d) memecahkan masalah matematika
dan ilmu pengetahuan dalam belajar mengajar di sekolah,
(e) merekomendasikan cara-cara untuk meningkatkan matematika
dan pendidikan ilmu pengetahuan, dan
(f) memenuhi harapan masyarakat dari apa yang disebut praktik yang baik dari
matematika dan pendidikan sains.
'Pendalaman dan Pengembangan konsep kurikulum 2004 dan Silabus Berbasis Kompetensi Matematika SMP"
writen by Mr. Marsigit
Concluding remark by Reni Setianingrum/10305141006
The learn the competence, we must understand about curriculum. And we munst understand about the concept, principle and step to develop syllabus of mathematics for junior hight school. And then we can give feed back and search the solution from many problems in mathematics.
The principle to develop syllabus of mathematics are
1. The opportunity to study mathematics
2. The curriculum make the student active
3. The facilities is complete
4. The quality of study can be increase
5. Strategy and the method are flexible and simple
Concluding remark by Reni Setianingrum/10305141006
The learn the competence, we must understand about curriculum. And we munst understand about the concept, principle and step to develop syllabus of mathematics for junior hight school. And then we can give feed back and search the solution from many problems in mathematics.
The principle to develop syllabus of mathematics are
1. The opportunity to study mathematics
2. The curriculum make the student active
3. The facilities is complete
4. The quality of study can be increase
5. Strategy and the method are flexible and simple
November 22, 2011 6:22 PM
"landasan-pengembangan-desain-pembelajaran-matematika"
-
Writen by Mr. Marsigit
Concluding remark by Reni Setianingrum/10305141006
To theaching mathematics is difficult because there are many problem.
The problem are
1. How to teach mathematics
2. The facilities is less to study mathematics
3. the situation of enviroment
To decrease the trouble of studying mathematics, there are some variation to study mathematics.
The Variation are
1. The student can discuss with her friends or with the teacher
2. Problem solving method
3. investigation method
4. Practice method -
Langganan:
Postingan (Atom)